THOMAS ANDREW TOM FELTON as DRACO MALFOYY

September 4, 2009

2a35j-a6913bf0e0981c89a71f40fd456270a6_49c3c4a7

Thomas Andrew Felton (lahir di London, Inggris, 22 September 1987; umur 21 tahun) merupakan seorang aktor berkebangsaan Inggris. Dia dilahirkan di Kensington, Inggris, dia dibesarkan di Surrey bersama ibunya, Sharon, ayahnya, Peter, dan tiga abangnya, Jonathan, Chris, dan Ashley. Pada usianya yang ke-11 tahun dia pertama kali bekerja di bidang perikanan di Dorking. Felton disekolahkan di Sekolah West Horsley’s Cranmore (sekolah lelaki) sampai berusia 13 tahun.

Filmografi
Tahun Judul Sebagai Catatan
2009 Harry Potter and the Half Blood Prince Draco Malfoy
2007 Harry Potter and the Order of the Phoenix
2005 Harry Potter and the Goblet of Fire
2004 Harry Potter and the Prisoner of Azkaban
2002 Harry Potter and the Chamber of Secrets
2001 Harry Potter and the Sorcerer’s Stone
2000 Second Sight 2 Thomas Ingham
1999 Anna and the King Louis Leonowens
1999 Second Sight Thomas Ingham
1997 The Borrowers Peagreen Clock
1995 Bugs James

Draco is the only child of Lucius and Narcissa Malfoy (née Black), who were both born into old, wealthy pure-blood families. Through his mother, Draco is a descendant of the Noble and Most Ancient House of Black and the great-great-great grandson of Phineas Nigellus Black.[2] Both the Malfoys and the Blacks have traditionally been in Slytherin House for centuries, and strongly disapproved of any relatives who did not follow this tradition.[3]

The Malfoys are very proud of their pure-blood and social status; until 1996, they were able to maintain a respectable public image while being allied with Lord Voldemort. Lucius was a Death Eater who avoided imprisonment in Azkaban following the First Wizarding War by claiming that he had been under the Imperius Curse, while Narcissa merely agreed with the ideology of pure-blood supremacy. The Malfoys spoiled their son, giving him the best of everything as far as material possessions go. The only hand-me-down thing Draco has ever received would be the old family prejudice against Muggles, Muggle-borns, half-bloods, half-breeds, and blood traitors; in short, prejudice against anyone who is not a pure-blood witch or wizard, or anyone who supports these types of people.

Iklan

tips ajah !

Juni 8, 2009

PUNYA MASALAH !? BELAJAR MENGATASINYA SENDIRI YUU… BIAR KITA LEBIH DEWASA

Ketahuilah kawan, kalau kita seharusnya bercerita. Bukan untuk apa-apa. Hanya saja semua berkata lain. Aku akan mengubah cerita ku dari sebelumnya ku akan perbuat. Kata yang tak di mengerti menjadi sesuatu yang lebih di mengerti. Semua tak berjalan mulus. Sehingga aku banyak mengalami rintangan. Aku tau ini hidup. Walaupun sulit, mungkin itu hanya menurut ku. Tapi sebisavmungkin aku akan mengubah semuanya menjadi impian yang sebelumnya dianggapnya tak mungkin. Aku akan berfikir, bagaimana caranya agar semua menjadi nyata. Dan aku tak berfikir untuk takut lagi dalam menghadapi seseuatu yang ku anggap itu sulit.

Hay guys! Apa pernah terfikir oleh mu ketika kita merasa kesulitan dalam menghadapi suatu tantangan yang kita fikir itu tidak akan terselesaikan dengan baik hanya dengan upaya kita sendiri ? tapi di balik itu semua sebenarnya kita mampu menyelasaikan semua urusan kita dengan sendirinya tanpa bantuan orang lain sedikitpun. Itu mudah kawan. Kita hanya harus percaya kepada diri sendiri dengan kemampuan yang kita punya. Percaya diri hal yang kalian harus pertama kali ingat saat menghadapi sesuatu yang sulit. Dengan kita percaya diri sendiri kita akan dengan mudah menyelesaikan sesuatu yang kita anggap sulit. Kita merasa tak bisa ketika kita merasa takut gagal atau merasa kalau kita tak mungkin bisa menyelesaikannya. Tapi dengan percaya diri, aku yakin kalian bisa sedikit menyelesaikan masalah kalian semua. Paling tidak mengurangi rasa stress atau kepanikan.

Apabila kalian sudah percaya diri tapi tetap tidak bisa memecahkan masalah. Maka berfikirlah secara positif, mengapa kalian masih tetap tidak bisa menyelesaikan masalah. Jangan berfikir negative dulu. Karena dengan berfikir negative, kepercayaan diri kamu akan hilang. Kalian harus tetap berfikir apa yang harus kalian lakukan dengan mempelajari suatu masalah dalam berbagai sisi. Fikirlah dengan keadaan tenang. Dengan begitu kalian akan berfikir secara jernih.

Setelah kalian mempelajari masalah kalian dengan terperinci. Kalian tinggal menentukan satu atau dua hal yang sekiranya akan dapat menyelesaikan masalah kamu. Setelah itu, fikir matang-matang kembali kekurangan dan kelebihan dari suatu tindakan yang akan kamu ambil. Ketika kamu telah menentukan apa yang akan kalian lakukan. Pasti kalian akan berfikir bahwa ini tak mungkin berhasil. Tapi hilangkanlah itu, asalkan kamu telah mempelajari masalah mu dengan baik. Apa yang akan kamu ambil pasti berhasil. Apalagi apabila kamu menanamkan rasa yakin di dalam hati kamu.

Dan yang terakhir jangan lupa berdoa dan berusaha meminta yang terbaik agar kamu dapat menyelesaikan masalah mu dengan baik. Karena tanpa berdoa usaha mu akan sia-sia. Ingatlah kawand ! sebenarnya kamu punya kemampuan ko buat menyelesaikan masalah mu. Tapi kalian kadang terbawa suasana sehingga kalian kalut dan gak bisa menyelesaikan masalah mu dengan baik. Makannya percaya diri dung dan yakin sama kemamuan diri sediri, jangan tergantung terus sama orang lain. Pertamanya pasti dagg.digg.dugg tapi kalau kalian gampang bersosialisasi dengan masalah yang kamu hadapi, aku yakin pasti kalian akan tenang dan dapat membaca situasi dengan baik. Dan jangan lupa, berdoa ya kawand ! itu akan menjadi suatu kekuatan yang lebih buat kamuh .

 

                                                   ..TAKE CARE ..

 

by : ligya

PUISI

Juni 4, 2009

TAK MUNGKIN

By : LIGIA RIFANI

 

Bersama tak kunjung datang menghampiri

Mengikhlaskan semua walau tak sanggup untuk terucap sepatah kata

Aku menaungi kemenaungan rasa yang beradukan pahit

Tak sempat ku teteskan terurai menodai ancaman

 

Perduliakn sesosok aku

Tak mencengkram dan tak lirik sebuah acuhan terbengkalai

Wahai naungan engkau sanubari

Detakkan mu menuju luruh ku yang terdalam lembayung sesuap ocehan

 

Benang yang akan hilang dan tertiup jahitan-jahitan secercah kain

Bergambarkan semua torehan dukaan

Sempatkah aku memandang kenangan

Sempatkah aku mengikuti semua jalan

 

Yakin.. yakin..

Bukanlah semua goresan menggapai jumpaan yang bersandang tak dalam

Derasan angin yang d tiupkan kegelisahan

Menandai bahwa semua telah usai

 

Ku tawarkan semua genggaman keruhnya jiwa

Bersandar dalam tumpahan air mata

Tuhan ..

Haruskan aku seperti ini ?!

 

Tuhan ?!

Apakah ini yang terjadi seterusnya

Tercampingkan dalam hal yang tak masuk akal

Yang belum ku terpikirkan hingga menggapainya

 

Aku ingin berbaring

Memandikan sebuah ilusi yang Nampak

Menghilang dari yang ku acuhkan

Berkelana dalam alunan melodi

 

Rasa tumpahkan akan membeku

Karna  aku bersimpuh menawarkan secercah impian hampa

Setapak menodai takdir

Dan aku melukai semua yang tlah ternodai sebelumnya

 

Belum terbuka, aku ingin segera meniupkan keinginan

Tanpa beban, tanpa pikiran yang meresahkan hati

Perjuangan penantian mendatangi keluhan

Sempat ku lantunkan tapi ku buang k akar sana

 

Jauh dari muka

Mengabaikan semua rintangan

Tanpa harus ku hadapi, hanya untuk semangat benteng

Tapi ku yakin ! itu pasti TAK MUNGKIN !!

  

KATA HATI.

Juni 3, 2009

SEMUANYA TAKAN NYATA

bersandar purnama berkelabu malam. tak hentinya kau bersautan tak berdentang. kamu adalah sosok yang tak berkilau di hadapku. akupun tak menganggap kau adalah impian ku. tapi ?! mengapa kau selalu berirama di saat aku tak menarik suara ku. dan juga tak memeriahkan suasana hatiku .

heii.. aku tak suka ini. ber cerita seperti pada matahari gelap. bercengkrama pada bulan yang tak nampak. aku ingin ada di awah sang surya. tapi tak menerangiku ketika aku ingin melintas sang waktu.

tak sehebat yang ku katakan. tapi tak mungkin kan ku gapai. ku hantarkan semua kilatan hati yang tak kunjung reda olehnya. aku ingin kembali ke lampauan hari. bersama teriakan yang pegas. bersama alunan merdu seorang yang menguntai dan mengalun di bawahnya.

short story ..

Juni 1, 2009

CINDERELLA STORY

Once upon a time, there was a gentleman who married the meanest lady in the land. She had two daughters from a previous marriage. They were considered by everybody to be just like their mother. The man had only one young daughter from his previous marriage. She was a kind and gentle soul and, therefore, was much prettier than her two stepsisters. After the wedding, the stepmother began to unleash her fury on her new young daughter, who made her own daughters seem rotten by comparison. The stepmother gave the young girl all the worst jobs in the house; she was forced to clean the feces off her dinner plate, scrub the urine out of her drinking glass, and try her damnedest to get the stains out of her parents’ bed sheets. The poor girl was commanded to sleep on the floor in the dingy basement, while her sisters slept in nice warm beds in clean rooms. She had endured the abuse as long as she could until she finally retreated to her father for help. Her father told her he wanted to help, but he was powerless to do anything because he suffered from a debilitating disorder called pussywhippedness. She did not know what that was, but felt that it must be a horrible affliction for her father did not look well. After her chores were finished, she would sit by the fireplace among the cinders. One day, her sisters were trying to think of a way to humiliate her. They soon started calling her Cinderwhore, which eventually turned into Cinderella. The next week, the King’s son the Prince invited the most fashionable sphincters in the land to a party. It may sound funny now but in those days “sphincter” was a respectable term meaning “the crack part of the ass”. Cinderella’s sisters were invited. The invitation excited them so that they spent all the day fussing over which gowns and hairstyles suited them the finest. Poor Cinderella was ordered to help her sisters get ready for the party by ironing their gowns and dressing their hair, though she was only allowed to wear rags herself. “Cinderella, wouldn’t you like to go to the party?” asked one of the sisters. “Why, you’re messing with me,” said Cinderella. “I could never go to such an event.” “You’re right,” they said. “People would laugh if they saw Cinderwhore there.” Anybody else would have dressed their hair in such a way to make them look ridiculous, but Cinderella, due to her good nature and cowardice, made their hair look very nice for the party. That night, the sisters went off to the dance, leaving Cinderella to cry and cry. Her godmother tried to comfort her, asking, “You wish to go to the party, don’t you?” Cinderella, still in tears, nodded. “I’ll fix you up,” said the godmother, who was a fairy when she was not busy being a godmother. “Go get me a pumpkin from the garden,” she told Cinderella, who could not figure out how a pumpkin was going to help in the situation. Cinderella brought the pumpkin to her straightaway, and the godmother touched it with her magic wand. Suddenly, it turned into a coach. “Now, grab me that mouse trap,” she said. “We need horses for the coach.” Cinderella did as she was told and lifted the trap door. Her godmother touched the mice with the wand and turned them into horses. “Who is going to drive the coach?” asked Cinderella. “Go to the closet,” replied the godmother. Cinderella went to the closet and opened it. There was a man inside bound and gagged on the floor. Now, it appeared they had everything they needed. “What about my clothes?” asked Cinderella, whose apparel consisted of mere rags. Her godmother touched her with the wand, which turned the rags into a beautiful dress that was far more stylish than her sisters’ dresses. Then, she gave Cinderella the prettiest glass slippers in the world and a diaphragm. By strict law, pregnancy outside of wedlock resulted in the death of the godparents. As Cinderella entered the carriage, her godmother told her not to stay out past midnight for when the clock strikes twelve o’clock, her coach will become a pumpkin, her horses will be mice again, her clothes will turn back into rags, and her diaphragm will remain intact. Cinderella thanked her sincerely and then rode off to the party. When she arrived, the party was crowded with all kinds of sphincters. As soon as she entered the room, however, everybody turned to look. “Who was this beautiful princess?” they all thought. The King himself even whispered to the Queen that he had not seen such a beautiful lady in a very long time, and the Queen even whispered to the King that he would not be getting any sex that night. Cinderella made her way onto the dance floor. She moved like a sick baboon with hemorrhoids, considering she had never danced before. This did not bother the crowd, though, who still marveled at the lovely young woman. When she was done dancing, she approached her two sisters knowing she had to be careful not to reveal her identity. “Say,” they said. “You look just like our stepsister. What’s your name?” “Cinderella,” she replied. “What a coincidence,” they said. “Our stepsister’s name is Cinderella.” Cinderella breathed a sigh of relief. They did not suspect a thing. The Prince was another admirer of hers that evening. He could look at nothing else. Finally, when the opportunity presented itself, he approached her. “Excuse me,” he said. “Are you Cinderella?” “Well, that’s not my real name,” she said. “That’s just what my sisters call me.” “Oh, what’s your real name?” “Beatrice.” “I see,” said the Prince. “Well, would you like to dance, Cinderella?” “Of course,” she replied happily. They danced many times that evening. Suddenly, Cinderella heard the clock strike a quarter to twelve. She quickly left the Prince’s arms and fled the castle. When her sisters returned home later, Cinderella pretended that she had been sleeping the whole night and yawned. “How was the party?” she asked. “It was bitchin,” they said. “There was this princess there who looked like you, except she was prettier and smarter. The Prince was really hot for her too. After she left, he was asking if anybody knew her.” Cinderella was ecstatic to hear this, though she hid her excitement well. The next night, the stepsisters went to another party at the castle with Cinderella inconspicuously close behind, dressed again in the highest fashion. The Prince was overjoyed that Cinderella had returned. He barely left her alone all night. Cinderella was having such a splendid evening that she did not notice the time until one minute before midnight. She suddenly ran in the direction of the door at the Prince’s bewilderment. He quickly followed her out of the castle but lost her in the dark. However, she left behind her diaphragm for it had fallen out of her purse. The next day, the Prince officially announced that he would marry the lady who fit the diaphragm perfectly. The King had men travel the countryside with the diaphragm to fit every woman in the land. They found no matches. Finally, they reached Cinderella’s house and tried it on her two sisters but the diaphragm was too small for them. The King’s men decided to try it on Cinderella for she was very attractive. To their astonishment, the diaphragm fit perfectly. The men rejoiced that they had found the Prince’s mysterious lady. The King’s men took Cinderella, dressed as she was in rags, to the King’s palace and brought her before the Prince. The Prince was delighted to see her finally and asked why she hid from him. Cinderella told the Prince that she feared if he saw her in rags that he might lose his love for her. The Prince chuckled. “I’m not that shallow,” he said, “I don’t love your clothes, Cinderella. I love your body.” They were married a couple days later in a beautiful ceremony. After a few years, the Prince became King. During his reign, he went crazy and began committing genocide against his own people. When Cinderella’s father learned that he, his wife, and the two sisters were in line for execution like the rest of the common folk, he went to Cinderella for help. Alas, Cinderella had come down with a severe case of dickwhippedness, and regretfully could do nothing for them.

tumbuhan drasena

Mei 27, 2009

TUMBUHAN DRASENA

Tumbuhan drasena berhabitat di hutan karena mereka lahir di tempat teduh di bawah naungan pohon. Selain itu juga tumbuhan ini sangatmudah tumbuh di mana saja. Di tempat yang bersuhu tidak terlalu panas dan juga tidak terlalu dingin. Tumbuhan ini tumbuh di tempat yang teduh atau di tanam di pot sebagai tanaman indoor. Tanaman ini juga hidup dan tumbuh di iklim yang lembut.

Tumbuhan drasena ini sangat mudah di perbanyak dengan cara setek ujung batang. Biasanya penyebaran alami tumbuhan ini selalu tumbuh di dekat tumbuhan induknya.misalnya tumbuhan yang baru akan muncul dengan sendirinya di dekat induknya.

Tanaman jenis ini adalah tanaman indoor  (tanaman hias ruangan) yang tahan hidup dengan cahaya minim. Menurut penelitian, tanaman drasena ini berfungsi menyerap polusi udara seperti gas NO pencemaran udara di ubah menjadi NO2 (nitrogen dioksida), gas CO2 (karbondioksida), gas CO (karbonmonoksida).

Spesies dan variasi tumbuhan drasena            :

  1. Dracaena compacta
  2. Dracaena draco
  3. Dracaena fragrans Massangeana
  4. Dracaena godseffiana
  5. Dracaena marginata
  6. Dracaena marginata Tricolor
  7. Dracaena reflexa

  Di masyarakat yang makin padat dan mahal ruangan sekarang ini, rumah dibuat sehemat-hematnya, dengan dapur yang dibangun kecil. Sehabis dipakai memasak cap cay, ruangan berbau seperti restoran Hongkong selama beberapa jam.

     Rumah mungil itu juga dibangun dengan jendela sempit dan lubang ventilasi yang seimbang (sempitnya), sampai peredaran udara kurang lancar. Untuk menukar udara pengap dalam ruangan dengan udara segar di luar tidak selamanya berhasil. Udara di luar rumah kebanyakan tercemar oleh gas buangan kendaraan bermotor di jalan padat yang mepet rumah. Terpaksalah jendela itu ditutup rapat-rapat, agar ruangan rumah tidak kemasukan debu dari jalanan. Dibukanya hanya waktu pagi sebelum jalanan mulai penuh dengan kendaraan bermotor.

 
.

 Akibatnya bertambah runyam. Ruangan sempit kita makin banyak menjebak gas CO2 (karbondioksida) hasil pernapasan kita yang terkurung seharian dan semalaman. Juga gas CO (karbonmonoksida) dan NO (nitrogenmonoksida) hasil gas buangan kendaran bermotor di jalan dekat jendela.

     Menghalau gas pencemar udara dari ruangan tidak mungkin dengan membuka jendela yang sempit itu lebar-lebar, tetapi bisa dengan bertanam tanaman hijau dalam pot yang ditaruh dalam ruangan. Tanaman ini mampu membersihkan gas-gas itu.

     Sudah terbukti sejak lama, bahwa tanaman hijau yang menerima cahaya matahari berfotosintesis menyerap CO2 dari udara tercemar, dan memberikan oksigen murni sebagai hasil sampingan fotosintesis kepada udara di sekitarnya. Kalau proses ini kita selenggarakan dalam ruangan sempit rumah kita, maka ruangan ini terasa segar karena sudah dibersihkan diam-diam tanpa banyak bicara.

     Tanaman yang dipakai harus jenis-jenis yang memang tanaman indoor (tanaman hias ruangan) yang tahan hidup dengan cahaya minim, karena pada dasarnya mereka lahir di tempat teduh di bawah naungan pepohonan.

     Sebaiknya memilih tanaman yang lebar-lebar permukaan daunnya, seperti kuping gajah, kalatea, dipen bahagia, dan drasena.

     Tanaman yang kurang lebar daunnya juga boleh, seperti paku-pakuan, palem kuning, drasena, lili paris, tapi jumlahnya terpaksa diperbanyak.

     Agar tidak merana hidupnya, tanaman perlu diberi iklim yang lembut. Tidak terlalu panas seperti dekat kompor misalnya. Atau dekat jendela yang disinari matahari terik. Pot tempat mereka harus ditaruh di pojok ruangan yang teduh.

     Halaman di luar rumah sebaiknya juga ditanami tumbuh-tumbuhan pembersih udara. Sebab, agak percuma kalau hanya ruangan dalam rumah yang dibersihkan, sedangkan halamam di luarnya tidak dicegah pencemarannya. Untuk ini diperlukan jenis-jenis tanaman lain yang bukan tanaman indoor, tapi tanaman kebun.

     Berdasarkan hasil penelitian Puslitbang Jalan, Departemen Pekerjaan Umum, tanaman perdu puring, sablo, soka, kembang sepatu, dan Mussaenda (Nusa indah) mampu menyerap gas NO pencemar udara, masing-masing sampai 62,5%, 52,2%, 49,6%, 47,9%, dan 52,2%. Gas ini mudah berubah menjadi NO2 (nitrogendioksida) kalau ada udara segar yang mestinya untuk kita. Baik NO maupun NO2 sama-sama berbahayanya kalau kita hirup sepanjang hari sepanjang malam.

 

   

      PEDOMAN PENGENALAN DAN PENGENDALIAN

ORGANISME PENGGANGGU TUMBUHAN (OPT)

PADA TANAMAN HIAS

(MELATI, GERBERA, DRASENA)

PENDAHULUAN

 

            Tingginya minat masyarakat baik di tanah air maupun permintaan ekspor terhadap tanaman hias dapat menjadi tolok ukur  kesejahteraan, terlihat dari meningkatnya perhatian masyarakat terhadap komoditi tersebut. Hal ini terlihat dengan makin berkembangnya usaha-usaha pembudidayaan tanaman hias dengan orientasi komersial, yang secara tidak langsung dapat menjadi sumber  pendapatan bagi masyarakat pada umumnya

             Berbeda dengan komoditas hortikultura lainnya permintaan akan tanaman hias cenderung berubah sesuai kebutuhan pasar. Sehingga untuk memenuhinya para pemulia (breeder) selalu berkompetisi dalam menghasilkan varietas-varietas baru yang unggul dan dapat menarik para hobiis sehingga menjadi trend pada masa tertentu. Tanaman hias yang cocok dengan agroklimat di Indonesia serta banyak diminati dan berpotensi ekspor antara lain anggrek, mawar, melati, gerbera, dan drasena.

            Melati sebagai puspa bangsa perlu dilestarikan dan ditingkatkan kualitasnya. Selain sebagai tanaman hias pot dan taman, melati biasa digunakan sebagai pengharum teh,  bahan baku parfum, kosmetik dan bahan obat tradisional serta roncean yang dapat dibuat bentuk rangkaian bunga yang mempesona dalam sejuta gaya.

            Selain melati, gerbera juga memiliki prospek yang cerah dalam pengembangannya sebagai bunga potong karena dapat diandalkan untuk komoditas ekspor, penghasil minyak atsiri, bahan baku industri minyak wangi, kosmetika, dan sabun.  Kondisi agroekologis Indonesia mendukung bagi pertumbuhan dan perkembangannya, baik jenis gerbera lokal maupun introduksi.

            Drasena merupakan tanaman hias berdaun indah yang mempunyai beragam corak dan jenis dengan bentuk daun yang menarik dan berwarna-warni. Disamping ditanam di pekarangan, tanaman ini juga memiliki kemampuan untuk tumbuh di dalam ruangan sehingga banyak dijadikan sebagai tanaman hias indoor.   

            Disamping menciptakan varietas baru, untuk menghasilkan tanaman hias yang indah agar selalu menarik dan mempesona maka perlu diperhatikan aspek budidaya dan pascapanennya. Salah satu aspek budidaya yaitu pemeliharaan meliputi penanganan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) yang seringkali menjadi masalah karena serangannya dapat menurunkan kuantitas dan kualitas hasil yang akhirnya dapat menurunkan harga jual.

            Dalam penanganan OPT tersebut hendaknya dapat menerapkan prinsip-prinsip pengendalian hama terpadu (PHT), agar upaya pengendalian yang dilakukan tidak merugikan baik dari sisi ekologis, ekonomis, maupun sosial. Sejalan dengan hal tersebut, maka Direktorat Perlindungan Hortikultura menyusun buku ”Pedoman Pengenalan dan Pengendalian OPT pada Tanaman Hias ( Melati, Gerbera, Drasena )” untuk dapat digunakan baik oleh petugas, petani maupun masyarakat lainnya.

 

 

ORGANISME PENGGANGGU TUMBUHAN (OPT)

PADA TANAMAN DRASENA

(Dracaena sp.)

1.      Hama

a.      Tungau (Tetranychus sp.)

Ordo                : Acarina

Famili              : Tetranychidae

1)      Tanaman inang

Hama bersifat polifag dan merupakan jenis yang paling umum di daerah tropis. Tanaman inang antara lain singkong, kapas, leguminosa, jeruk, karet, jarak, pepaya, tanaman hias (krisan, drasena) dan gulma terutama golongan kotiledon.

2)       Gejala serangan

Hama ini sering dijumpai pada tanaman drasena dan menyerang sisi bawah daun dengan mengisap cairan daun sehingga menyebabkan tanaman menjadi layu. Pada serangan berat, daun menjadi mengeriting dan kerdil.

3)      Biologi

Tungau berwarna merah, berukuran sangat kecil yaitu 0,2 mm sehingga sukar dilihat dengan mata telanjang. Tungau dapat dijumpai pada daun, pelepah daun dan bagian-bagian tersembunyi lainnya. Telur tungau berwarna merah, bulat dan diletakkan membujur pada permukaan atas daun.

4)      Pengendalian

Kultur teknis

Memperhatikan naungan terutama pada bagian yang terserang.

Biologi

–         Memanfaatkan musuh alami sebagai predator tungau yaitu Phytoseilus persimilis Athias – Henriot

–         Menggunakan Metarhizium sp. dan Beauveria sp.

Mekanis

Penyemprotan dengan air pada bagian bawah daun

Kimiawi

Sebelum aplikasi akarisida dilakukan pemantauan OPT, dan aplikasinya apabila diperlukan. Pestisida  yang  telah terdaftar dan diizinkan Menteri Pertanian untuk OPT drasena belum ada, namun demikian untuk sementara dapat menggunakan akarisida sebagaimana tercantum dalam lampiran.

b.      Kutu Putih (Pseudococcus sp.)

Ordo                :  Homoptera

Famili               :  Pseudococcidae

1)      Tanaman inang

Salak, kelapa, jati, kopi, bambu, asam, dadap, durian, jeruk, lamtoro, berbagai tanaman hias seperti gerbera, hibiscus, drasena, helikonia, palm, sikas, alpinia, cordyline, anggrek, anthurium.

2)      Gejala serangan

Serangga dewasa dan nimfa mengisap bagian tanaman, sehingga terjadi perubahan bentuk yang tidak normal. Pada tanaman yang terserang tampak dipenuhi oleh kutu-kutu putih seperti kapas.

3)      Biologi

Kutu dewasa berbentuk bulat memanjat (oval), lunak dengan segmen yang jelas, biasanya tertutup lilin yang berbentuk seperti tepung atau kapas. Warna badannya kuning kecoklatan, kuning muda atau kuning tua, panjang   3 – 4 mm dan lebar 1,5 – 2 mm.

Telur berwarna kuning yang diletakkan di dalam kantong yang berbulu. Nimfa yang baru menetas dari telur berwarna hijau muda, kuning pucat atau merah tua tergantung stadianya. Serangga jantan lebih kecil dari yang betina, mempunyai dua sayap.

Penyebaran kutu dibantu oleh angin, hujan, atau semut. Kutu ini memproduksi embun madu yang sangat disukai oleh semut dan menjadi tempat tumbuhnya embun jelaga. Kutu tersebut menyukai tempat yang agak teduh tetapi tidak terlalu lembab.

4)      Pengendalian

Kultur teknis

Membersihkan gulma yang ada di sekitar tanaman.

–         Penyemprotan dengan menggunakan air.

–         Memangkas dan memusnahkan bagian tanaman yang terserang.

Biologis

Memanfaatkan musuh alami yaitu predator Coccinelidae (Menochillus sexmaculatus, Rodolia sp., Scymnus sp., Harmonia octomaculata, Micraspis sp.), Chrysopidae (Chrysopa sp., Ankyropteryx octopunclata, Hemerobius sp.), Vespidae (Polytes sp.) 

Kimiawi    

Sebelum aplikasi insektisida dilakukan pemantauan OPT, dan aplikasinya apabila diperlukan. Dalam skala kecil, kutu dapat dihilangkan dengan menggunakan sikat untuk cat dengan ditambahkan insektisida. Pestisida  yang telah terdaftar dan diizinkan Menteri Pertanian untuk OPT drasena belum ada, namun demikian untuk sementara dapat menggunakan insektisida sebagaimana yang tercantum dalam lampiran.

2.      Penyakit

a.      Hawar daun Colletotrichum gloeosporioides, Stemphylium  lycopersici

1)      Tanaman inang : drasena (Dracaena sanderiana, D. Compacta)

2)      Gejala serangan

Pada daun terutama daun tua yang terlalu banyak menerima sinar matahari, terdapat bercak-bercak besar yang berbatas tidak teratur, sering mempunyai garis-garis sepusat (konsentris). Umumnya dimulai dari ujung atau tepi daun, berwarna coklat atau coklat kelabu. Kadang-kadang bercak mempunyai halo berwarna kuning. 

3)      Epidemiologi

Bercak dimulai dari area kebasahan pada luka atau tepi daun. Bercak membesar secara cepat menjadi bercak tidak beraturan berwarna abu-abu sampai hitam. Aservuli (badan buah) hitam atau peritesia terbentuk    30 – 40 hari setelah infeksi. Penyakit tersebar baik di dataran rendah maupun tinggi.

4)      Pengendalian

Kultur teknis

–         Penggunaan bibit yang sehat

–         Mengurangi kelembaban pertanaman

Mekanis

Memangkas tanaman atau bagian tanaman yang terserang.

Kimiawi

Sebelum aplikasi fungisida dilakukan pemantauan OPT, dan aplikasinya apabila diperlukan.  Pestisida yang telah terdaftar dan diizinkan Menteri Pertanian untuk OPT melati belum ada, namun demikian untuk sementara dapat menggunakan fungisida sebagai-mana tercantum dalam lampiran.

b.      Bercak daun Curvularia sp.

1)      Tanaman inang

Palem, melati, kedelai, sorgum, jagung, lada, kenaf, rosella, temu kunci, kencur, kunyit, eceng gondok, drasena.

2)      Gejala serangan

Seringkali pada daunnya terdapat bercak-bercak jorong, berwarna coklat kelabu dengan tepi coklat tua. Kadang-kadang terdapat halo kuning di sekelilingnya.

3)      Epidemiologi

Spora cendawan disebarkan oleh angin dan percikan air. Penyakit lebih banyak terdapat pada tanaman yang kurang baik pertumbuhannya, misalnya karena kekurangan unsur hara tanaman.

4)      Pengendalian

Kultur teknis

–         Menggunakan benih yang sehat

–         Perbaikan drainase tanah dan sanitasi kebun

Mekanis

Memangkas bagian tanaman yang terserang dan dimusnahkan.

c.       Bercak daun Cercospora sp.

1)      Tanaman inang

Dracaena sanderiana, Dracaena compacta, Dracaena  flacidabenty,  Dracaena angustifolia, dan Dracaena elaides.

2)      Gejala serangan

Serangan berupa bercak coklat, tepi menguning dijumpai pada daun-daun yang sudah menua. Apabila bercak menyatu dapat menyebabkan kematian daun.

3)      Epidemiologi

Penyakit berkembang pada musim hujan dan pada kebun yang pertanaman rapat. Tanaman-tanaman di bawah paranet atau naungan pohon lebih banyak yang terserang dibandingkan dengan yang  ditanam pada lahan terbuka.

4)      Pengendalian

Kultur teknis

–         Menggunakan bibit yang sehat

–         Melakukan sanitasi

–         Mengurangi kelembaban kebun

Mekanis

Memotong daun yang terserang dan memusnahkannya.

Kimiawi

Sebelum aplikasi fungisida dilakukan pemantauan OPT, dan aplikasinya apabila diperlukan. Pestisida yang  telah terdaftar dan diizinkan Menteri Pertanian untuk OPT melati belum ada, namun demikian untuk sementara dapat menggunakan fungisida sebagai-mana tercantum dalam lampiran.

naskah drama

Mei 27, 2009

Sutradara dan pengarang : Ligia rifani

                                   

                                      NASKAH DRAMA B.INDONESIA

Kelompok 2

                                                                      XI ipa 1

Sma Labschool UPI Bandung

                                                  Si Afgan dan si Peterpan

 

BABAK 1.

Pada suatu hari yang cerah. Di kerajaan sma labschool. bersekolahlah seorang artis yang sangat popular, dia bernama alisa soebonbon yang akrab dipanggil bonbon. Di ikuti para siswa lainnya yang menjadi pengawal-pengawalnya .

(lagu ran selamat pagi) (d perankan oleh body.guard sang artis ). (para pengikutnya mendadani artis tersebut dengan sibuknya). Property : matahri, awan, burung.

Artis                : uuh .. panas banget ya hari ini. Upacara lagi. Bête banget de !

Pengikut 1       : tenang bonbon, saya payungi. Coblos partai no 080989 4 kalie (nada telkomnet instan) yang ada payung nya iya . lo ko jadi kampanye iya .

Semua pengikut : capped de !!

Artis                : aduu .. haus.haus .

Pengikut2        : ini.. ini.. minum dulu,minum dulum .oky jelli drink penyelamat keselamatan sebelun dehidrasi. hho.hho.

Artis                : keringetan gini addo gak suka .

Pengikut3        : coba angkat tangan nya (artis mengangkat tangannya), ii bau ketek. Makannya pake relaxa dung. Eh.. salah rexona makusdnya.

        Dan datanglah gank para co. yang menjuluki diri mereka gang cu.cok rowo.

Dengan Dipimpin oleh seorang komandan yang bernama wong baim tu orang to

(dengan menggunakan logat jawa). Dan para pengawalnya yang setia.

           (kelompok para co datang dengan membawa peralatan perang). (dengan gaya tentara)

Komandan                  : berhentiiiii .. ggeeerraaakkk .

Semua pengawal         : satu . dua . (berhenti dengan tidak kompak).

Komandan                  : merdeka .

Semua pengawal         : merdeka.

Komandan                  : hidup atau mati ?

Pengawal1                   : atau saja. (semuanya saling pandang).

Pengawal2                   : heii.. awass. Awasss. Mingir donk.minggir.

Pengikut4                    : eh .. apaan awas.awas. ini milik kita semua tau yang sekolah di sini    bukan nya milik lo pada .

                        (minda tertonjok oleh aldy) (semua bubar)

BABAK 2.

        Tapi walaupun mereka bermusuhan ternyata, sang artis dan pengawal 3 mereka itu pacaran lo! Ternyatanya lagi, mereka sudah pacaran dari sekolah dasar! Tapi kerena teman

teman mereka bermusuhan dan pengawal3 tau kalau komandannya suka sama bon.bon. maka dari itu Mereka tidak berani mengatakan kepada teman-temannya.

          (lagu pasha dan rossa terlanjur cinta). (mereka sambil bermesraan, sambil jalan-jalan).

(saat jalan-jalan kaki pengawal6 tersandung).

            (semanya datang memergoki).

Pengawal4       : nahh.. ketauan ia sekarang. Ternyata kalian pacaran iya. (suara kilat.)

Komandan      : kau. Kau pengawal3, kau benar-benar penghianat. Penghianat bangsa dan Negara kamu.

Pengikut4        : kau juga bon.bon. kenapa kau khianati kami semua.

                        (bon-bon dan pengawal 3 duduk d bawah. Dan dikelilingi oleh semuanya).

Artis                : (lagu demi cinta) (berperan lipsing)

Pengawal5       : saya kutuk kau bon-bon menjadi batu bata ciaahh. Property ; tongkat.

Pengawal6       : kaya maaanya aja kamu ni. Pake ngutuk segala lagi kaya malin kundang.

Komandan      : DASAR ! aku sakit hati sama kamu. Sini kalau berani, saya tantang kamu. Untuk membuktikan siapa yang lebih kuat dan leih pantas untuk bon.bon ku tersayang.

         (lagu marah-marah)

Pengawal3       : ok! Siapa takut. Ingin kau tantang apa aku ?

Pengikut5        : biar adil. Biar kita saja yang bikin tantangan buat kalian berdua. Dan siapa yang menang, dialah yang boleh mendapatkan bon.bon. gimana ? setuju ?

Semuanya        : setuju ! setuju !

Pengikut6        : dan kita semua di sini menjadi juri nya. Setuju ?

Semuanya        : setuju lagi. Setuju lagi.

BABAK3.

  Pengikut7      :  Pertandinganpun di mulai. Dengan di awali oleh pertandingan panco.

                           satu. Dua tiga. (pertandingan panco di mulai) (lagu muse)

Pengawal3       : 7-7 Berapa?

Komandan      : sama dengan akar 16:4-1 .

Pengawal3       : berapa ttu ?

Komandan      : 0 besar tao !!! (komandanpun menang)

Pengikut1        : pemenangnya adalah komandan.

Para pengawal&pengikut        : horreeee !

 Pengikut 7      :  Sekarang adalah pertandingan kedua yaitu pertandingan balap makan kerupuk.

Pengikut2        : siap !! satu. Dua. Tiga. (lagu muse) (kerupuk di pegang dan mereka harus mengejar-ngejar kerupuk itu). (dan yang cepat habis adalah pengawal3)

Pengikut2        : dan pemenangnya adalah pengawal3.(tangan pengawal3 di angkat).

Pengikut 7     : Dan sekarang adalah pertandingan terakhir. Pertandingan penentuan yaitu           pertandingan pacakep-cakep.

Pengawal2     : silahkan komandan maju ke depan, perlihatkan ketampanan anda.(komandan memperlihatkan badannya,seperti olah ragawan dan seorang pesilat)(lagu stoopit) (tapi ternyata di dalam badannya ada tompel yang bertuliskan afgan “afi-afi ganteng”).

Pengikut5      : apaan tu ? tompel ia ? tompelnya ada tulisannya lagi. Apa tu tulisannya, afgan ! afi-afi ganteng. (komandanpun merasa malu). Hha. Hha.

Pengawal1     :  hha. Zzzz! Sudah-sudah, sekarang kita coba lihat. pengawal 3 silahkan. Tunjukan lah ketampanan anda.

Pengawal3     : ok! Siapa takudd. (memperlihatkan ketampanannya dengan cara fashion show) (lagu playin sex). (lalu memperlihatkan tangannya yang bertuliskan peterpan yang artinya pemuda terlalu tampan” . hhi.

Pengawal7     : penonton. Bener gak si kalau dia tampan?

Pengawal7     : dan pemenangnya adalah pengawal3.

Semua            : hhoorreee !! (artis memeluk pengawal3) (semua berpasangan dengan pasangan masing-masing)

Artis               : tapi. Tapi. Kenapa kalian akrab sekali ? bukannya kalian musuhan?

Pengikut2      : sebenarnya kita semua ini pacaran dari dulu. Tapi kami takut untuk bilang sama kalian. Hhu. (sambil berpegangan tangan dengan pasangan masing-masing). (komandan cemberut terheran-heran).

Artis               : jadi kalian selama ini pacaran. Tapi ko! Pengikut4 gak ada pasangannya.

Pengikut4      : gak dong. Aku juga punya pasangan ko. Ini pasangan ku. Aku pacar keduanya pengawal 5. Hhi.

Artis               : hha.(terkejut). Maunya pacaran sama dia. Tapi bagus lah kalian tetap akur.

Komandan     : terus aku gimana dong ? (tag bisa memiliki samson)

Semua            : telor-telor ulat-ulat kepompong kupu kupu kasian de lu. Kasian de lu.

Semua            : (bersenang-senang). (berteriak-teriak). (lagu kepompong).

     (sambil nyanyi semuanya)Akhirnya semua berteman. Berawal dari kebohongan dan tidak adanya saling keterbukaan bagaikan bintang yang tak beralaskan langit. Makannya kita semua harus saling percaya iya sama teman kita sendiri. Jangan sampai persahabatan kita yang harus terjalin dengan baik berubah dengan permusuhan yang tak beralasan. OK! See you. (semua sambil berpegangan tangan”waktu terasa semakin berlalu tinggalkan cerita tentang kita”)

 

 

The and !

Hello world!

Mei 19, 2009

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!